Wednesday, April 11, 2012

Pangdam Minta Dukungan Masyarakat Terkait Alutsista

Pangdam Minta Dukungan Masyarakat Terkait Alutsista
Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Subekti (Dok. Pendam VI/Mulawarman)

Balikpapan (ANTARA News Kaltim) - Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) VI/Mulawarman Mayor Jenderal TNI Subekti kembali meminta dukungan masyarakat dalam hal pembelian alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI.

"Sebab persenjataan ini bukan untuk apa-apa, melainkan untuk mempertahankan kedaulatan kita," tegas Pangdam Mayjen TNI Subekti di Markas Kodam VI/Mulawarman, Jalan Jenderal Soedirman, Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa.

Pangdam Subekti berbicara dalam konteks hambatan yang diterima TNI dalam upayanya membeli alutsista dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia dan juga Parlemen Belanda.

DPR menyebutkan Tank Leopard yang akan dibeli TNI AD tidak sesuai dengan medan di Indonesia.

Tuesday, April 10, 2012

Inovasi Pertanian Prajurit TNI

Mulai dari padi varietas unggul, pupuk organik hingga pakan penggemuk ayam. Kementan akan membantu menyempurnakan.

Wakil Menteri Pertanian Usman Heriawan nampak pada acara panen raya padi 'Sri Agung' hasil inovasi TNI, di Desa Tegal Panjang, Kecamatan Cirau, di Bogor, Jawa Barat. (Foto : PelitaOnline/Mihardi)

Bogor, PelitaOnline -- BUKAN hanya berlatih tempur, prajurit TNI ternyata mampu berinovasi di berbagai bidang. Antara lain, temuan varietas padi baru, pupuk cair organik untuk padi, minyak pelumas kendaraan, serta pakan ayam untuk menambah bobot ayamnya.

Untuk penyempurnaan temuan-temuan itu, TNI terus bersinergi dengan Kementerian Pertanian (Kementan).

Wakil Menteri Pertanian Usman Heriawan mengatakan, Kementan berterima kasih telah diajak dalam acara ini.

"Kami terima kasih sudah diajak oleh Panglima (Laksamana TNI, Panglima TNI Agus Suhartono) dalam acara ini. Kalau tidak, kita tidak tahu kalau ada padi baru, dan beberapa temuan racikan lain," ucap Usman Heriawan di sela acara panen raya padi 'Sri Agung', di Desa Tegal Panjang, Kecamatan Cirau, di Bogor, Jawa Barat,

Demi Perang, Israel Percanggih Pesawat Tanpa Awak

UAV juga diduga memainkan peran penting dalam pengumpulan keterangan intelijen sebelum serangan mungkin dilancarkan oleh militer Israel terhadap instalasi nuklir Iran.

Pesawat Heron TP II rancangan fisikawan Israel David Harari yang dipersiapkan untuk peperangan. (foto: defenseupdate)

Tel Aviv, PelitaOnline - DAVID Harari mengenang saat Angkatan Udara Israel, yang terkejut karena kehilangan penerbang dan jet tempur akibat rudal Suriah dalam perang 1973, pertama kali meminta pesawat tanpa awak untuk pengawasan medan tempur.

"Kami memasuki upaya ambisius untuk menciptakan alat buat mengumpulkan informasi intelijen seketika mengenai medan tempur," kata Harari, insinyur listrik yang mendapat pujian karena memelopori program pesawat tanpa awak di Industri Dirgantara Israel (IAI) awal 1974.

Beberapa tahun kemudian, Harari dan timnya menggulirkan Scout --pesawat tanpa awak dengan bobot 200 kilogram yang bisa menjelajah sampai 3.000 meter. Pesawat tanpa awak tersebut meluncurkan operasi perdananya dalam Perang Lebanon 1982.

Pesawat itu mengirim gambar gerakan tentara dan memungkinkan Israel mencapai keunggulan udara lebih dulu
RI Miliki Peluang Besar di Sektor Aplikasi Mobile
Dananjoyo Kusumo / Jurnal Nasional
Kalau pemerintah dapat meningkatkan peran pengembang tanah air di bidang aplikasi mobile bakal mendatangkan devisa miliaran rupiah.


Jurnas.com | ALLIED Business Intelligence (ABI) Research mencatat sedikitnya ada 29 miliar aplikasi mobile yang diunduh smartphone di seluruh dunia pada 2011. Jumlah itu meningkat pesat dibanding tahun sebelumnya yang hanya sebesar sembilan miliar unduhan.

Hubungan militer Indonesia-China terus berkembang


Kepala Pemerintahan kedua negara telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerjasama bidang pertahanan kedua negara.

Beijing (ANTARA News) - Pejabat pemerintah Indonesia mengatakan hubungan militer dan pertahanan dengan Republik Rakyat China (RRC) semakin berkembang luas dan diharapkan semakin meningkat pada masa mendatang.

Atase Pertahanan Kedutaan Besar RI di Beijing, Kolonel Lek Suryamargono, mengatakan kedua pemerintahan terus mengintensifkan kerjasama pertahanan kedua negara dalam kerangka kemitraan strategis yang telah disepakati pada 25 April 2005.

"Kepala Pemerintahan kedua negara telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerjasama bidang pertahanan kedua negara atau Agreement Between The Ministry of Defence, The Republic of Indonesia and The Ministry of National Defence,

RI-China mantapkan mekanisme alih teknologi rudal


Beijing (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia dan Republik Rakyat China terus memantapkan mekanisme alih teknologi teknologi untuk produksi bersama peluru kendali (rudal) C-705 yang akan digunakan TNI Angkatan Laut.

"Pemerintah China sepakat untuk melakukan alih teknologi dari proses awal, dan kini tengah dimantapkan agar ke depan Indonesia juga benar-benar mampu memproduksi rudal tersebut," katanya Atase Pertahanan Kedutaan Besar RI di Beijing, Kolonel Lek Suryamargono, Selasa.

Surya mengatakan Indonesia selalu mensyaratkan alih teknologi dalam setiap pembelian alat utama sistem senjata dari mancanegara, termasuk dalam pembelian rudal C-705 untuk TNI Angkatan Laut.

RI--China mantapkan alihteknologi rudal C-705


Pemerintah China sepakat untuk melakukan alihteknologi dari proses awal, dan kini tengah dimantapkan agar ke depan Indonesia juga benar-benar mampu memproduksi rudal tersebut.

Beijing (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia dan Republik Rakyat China kini terus memantapkan proses alihteknologi pengembangan produksi bersama peluru kendali C-705 yang akan digunakan TNI Angkatan Laut.

Atase Pertahanan Kedutaan Besar RI di Beijing, Kolonel Lek Suryamargono, Selasa mengatakan dalam setiap alat utama sistem senjata dari mancanegara, Indonesia mensyaratkan alihteknologi termasuk dalam pembelian rudal C-705 yang akan digunakan TNI Angkatan Laut.

"Pemerintah China sepakat untuk melakukan alihteknologi dari proses awal, dan kini tengah dimantapkan agar ke depan Indonesia juga benar-benar mampu memproduksi rudal tersebut," katanya.

UAV akan jadi andalan di perbatasan

UAV bersistem persenjataan mandiri dengan pemandu. Wahana pertahanan dan sekaligus intelijen seperti ini menjadi sandaran utama Amerika Serikat dalam banyak misi pertempuran udara ke darat. Banyak keunggulan yang bisa didapat dengan mengoperasikan wahana ini, di antaranya mengurangi kemungkinan kehilangan personel dalam pertempuran. (defence.pk)

... semakin mengefektifkan UAV itu. Akan juga dipergunakan di perbatasan...

Jakarta (ANTARA News) - Wahana udara tanpa awak (Unmanned Aerial Vehicle/UAV) akan semakin diefektifkan pemakaiannya, terutama di kawasan perbatasan negara. Penetapan pada wahana ini menjadi salah satu strategi pertahanan negara oleh pemerintah.


"Salah satunya dengan semakin mengefektifkan UAV itu. Akan juga dipergunakan di perbatasan," kata Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, di Jakarta, Selasa. Dia menjadi salah satu pembicara kunci seminar Air Power Club of Indonesia sebagai rangkaian HUT ke-66 TNI-AU.


UAV merupakan wahana udara yang bisa dijadikan arsenal di garis depan untuk mengumpulkan data intelijen primer. Pemakaian UAV ini bisa dikombinasikan dengan sistem transmisi data seketika dan sistem komando persenjataan yang terintegrasi dengan arsenal lain.


Banyak negara telah memakai UAV ini, mulai dari Amerika Serikat sampai negara-negara di Afrika. Salah satu negara produsen UAV ternama dunia adalah Israel yang membuat wahana dan sistem pengendali UAV Heron.


Menurut Kepala Staf TNI-AU, Marsekal TNI Imam Sufaat,

Radar sipil dan militer saling melengkapi


Roket R-Han 122 dengan kecepatan maksimum 1,8 mach dan jarak tembak hingga 15 kilometer diujicobakan. Ini akan menjadi cikal bakal roket pertahanan udara nasional yang akan semakin efektif kinerjanya dipadukan dengan jajaran radar pertahanan udara nasional. (FOTO ANTARA/Feny Selly)

... radar di seluruh Indonesia merupakan satu keharusan jika negara ini tidak ingin wilayah udaranya diganggu pihak luar...

Jakarta (ANTARA News) - Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, menyatakan, komposisi dan sebaran radar di seluruh wilayah Indonesia akan diperlengkap. Untuk saat ini, radar sipil dan miiter bersifat saling melengkapi.


"Radar primernya dari militer kita dan radar sekundernya sipil, selama ini bekerja bersama dengan radar-radar TNI," katanya, di Jakarta, Selasa.


Dia menjadi pembicara kunci dalam seminar Air Power Club of Indonesia, di Klub Persada. Seminar bertemakan

Monday, April 9, 2012

Ilustrasi Kapal Perang

ITS Buat Kapal Perang 1,8 Miliar

Indonesia masih belum mandiri dalam bidang pertahanan dan alat utama sistem senjata (alutsista). Dengan berbekal keinginan yang kuat untuk mewujudkan kedaulatan sistem pertahanan nasional, ITS melalui Konsorsium Pengembangan Kapal Perang Nasional (KPKPN) menggagas pembuatan kapal perang anti radar. Tak tanggung-tanggung, riset ini didanai pemerintah senilai Rp 1,8 Miliar.


Kampus ITS, ITS Online - ''ITS menjadi leader Konsorsium Pengembangan Kapal Perang Nasional,'' ujar Subchan MSc PhD, salah satu anggota dari tim riset kapal perang. Dengan digarap oleh dosen dari beberapa jurusan di ITS, riset kapal perang ini ditargetkan akan selesai dalam kurun waktu tiga tahun mendatang.

ITS tak bekerja sendiri, mengingat riset ini adalah riset nasional, maka ITS dibantu oleh beberapa perguruan tinggi negeri lain. Yaitu Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Universitas Indonesia (UI), Universitas Negeri Surabaya (UNS), Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Akademi Angkatan Laut (AAL).

Tak hanya itu, sejumlah perusahaan besar pun turut bekerja sama guna merealisasikan kapal perang tersebut. Seperti PT PAL Indonesia, PT Terafulk Group dan PT Len Industri. ''Harapannya nanti kapal perang ini dapat diproduksi di Indonesia dalam jumlah besar,'' imbuh Subchan.

Konsorsium ini bermula dari workshop inisiasi bidang kapal perang yang dilaksanakan Agustus 2011 lalu. Dari workshop itulah ITS mengambil langkah lebih lanjut terkait penelitian kapal perang tersebut. Termasuk pembuatan proposal untuk kemudian diajukan ke pemerintah. ''Pembuatan proposal untuk konsorsium ini telah selesai sejak akhir tahun 2011,'' ungkap Hendro Nurhadi Dipl Ing PhD, Ketua KPKPN.