Saturday, May 5, 2012

Rusia Bangun Pusat Perawatan Peralatan Militer di Kazakhstan

mod.gov.kz
Pasukan angkatan bersenjata Kazakhstan.

ASTANA, KOMPAS.com - Dalam waktu dekat, Rusia akan membangun pusat perawatan peralatan militer bagi angkatan bersenjata Kazakhstan, di salah satu wilayah negara eks Uni Soviet itu. Saat ini, sebagian besar alat utama sistem persenjataan Kazakhstan adalah buatan Rusia.

Konstantin Biryulin, Deputi Kepala Dinas Federal Rusia untuk Kerja Sama Teknis-Militer, mengatakan, Jumat (4/5/2012) bahwa rencana tersebut sudah dibicarakan dengan Deputi Menteri Pertahanan Kazakhstan Sergei Gromov di Astana, ibu kota Kazakhstan.

Menurut dia, Rusia siap melakukan transfer teknologi ke Kazakhstan dalam pembangunan pusat perawatan militer itu. Pada tahap pertama, sebuah pusat perawatan pesawat akan segera dibangun.

Sebagian besar alutsista Kazakhstan saat ini masih berasal dari Rusia, termasuk sekitar 1.000 unit tank tempur utama tipe T-80, T-72, dan T-62; sekitar 2.500 unit kendaraan tempur infanteri BMP-1 dan BMP-2 dan kendaraan pengangkut personel berlapis baja BTR-80A dan BTR-82A; dan sekitar 200 meriam berpenggerak aktif; serta sedikitnya 150 unit peluncur roket multilaras Uragan dan Grad.

Di udara, Kazakhstan memiliki 40 unit pesawat tempur MiG-29 Fulcrum, 14 unit pesawat tempur-pengebom Su-25 Frogfoot, 25 pesawat Su-24 Fencer, 14 pesawat tempur Su-27 Flanker, 43 pesawat buru sergap MiG-31 Foxbat dan MiG-25, dan sekitar 100 unit peluncur rudal antiserangan udara, termasuk sistem rudal S-300.

Selain itu, AD Kazakhstan juga mengoperasikan lebih dari 120 helikopter buatan Rusia, seperti Mi-24 Hind, Mi-8 Hip, dan Mi-26 Halo. (RIA Novosti/DHF)

Sumber : Kompas

AS Luncurkan Satelit Komunikasi Militer Terbaru

weebau.com
Gambar rekaan seniman akan satelit AEHF.

MOSKWA, KOMPAS.com - Kantor berita Rusia RIA Novosti, Sabtu (5/5/2012), melansir kabar bahwa Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) telah meluncurkan satelit komunikasi generasi terbaru ke orbit.

Satelit ini adalah satelit kedua yang akan menjadi bagian dari jaringan satelit terbaru, untuk meningkatkan komunikasi dan kendali atas berbagai kekuatan militer AS di seluruh dunia.

RIA Novosti mengutip kabar dari laman space.com yang menyebutkan sebuah roket Atlas 5 meluncur dari pusat luar angkasa USAF di Cape Canaveral, Florida, Jumat (4/5/2012) pukul 14.42 waktu setempat (Sabtu dinihari WIB).

Roket tersebut membawa satelit

Dua Pilot Menolak Menerbangkan Lagi F-22 Raptor
Dahono Fitrianto | Agus Mulyadi |


Pesawat jet tempur generasi kelima F-22 Raptor milik Angkatan Udara AS.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Dua pilot pesawat F-22 Raptor dari Angkatan Udara AS (USAF), memutuskan menolak menerbangkan lagi pesawat tempur tercanggih di dunia tersebut, karena kekhawatiran terhadap sistem pasokan oksigen di pesawat itu.

Mereka mengaku tak nyaman menerbangkan F-22, sampai masalah sistem oksigen itu dituntaskan.

Pengakuan dua pilot bernama Mayor Jeremy Gordon dan Kapten Josh Wilson tersebut, disampaikan dalam acara "60 Minutes" di stasiun televisi CBS. A

cara itu sendiri baru akan disiarkan hari Minggu (6/5/2012), tetapi sebagian kutipan dari acara itu sudah ditayangkan sejak Jumat (4/5/2012).

Saat ditanya apakah dia yakin pesawat tempur generasi kelima tersebut aman diterbangkan, Gordon menjawab, "Saya tak enak menjawab pertanyaan itu. (Yang jelas) saya merasa tak nyaman

Batam - Panglima Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) TNI AL Laksamana Muda TNI Didit Herdiawan menegaskan, tidak ada kapal pasukan Malaysia yang bermanuver di perairan Pulau Nipah, Kepulauan Riau.

"Tidak ada, kapal Malaysia tidak masuk perairan Nipah," kata Didit, di Batam, Sabtu (5/5). Ia mengatakan, jika ada pasukan Malaysia masuk ke Perairan Indonesia, itu dalam rangka latihan bersama dua negara.

Malaysia dan Indonesia juga terlibat pengamanan Selat Malaka bersama-sama dengan Singapura. Disinggung mengenai keluhan nelayan yang merasa terusik dengan manufer di sekitar Pulau Nipah, ia membantah hal itu.

Pulau Nipah dijadikan pangkalan pengamanan perbatasan RI karena letaknya yang berdekatan dengan Singapura. Ia mengatakan, terdapat pasukan marinir dan TNI AL yang berjaga-jaga di perbatasan. Pasukan dilengkapi senjata. "Senjata biasa," kata dia.

Sementara itu, pemerintah pusat berencana membangun beberapa usaha di Pulau Nipah, di antaranya labuh jangkar kapal-kapal internasional yang melalui Selat Malaka dan usaha perikanan.

Direktur Jenderal Kelautan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan Sudirman Saad mengatakan Pulau Nipah akan dikembangkan sebagai kawasan sentra pertumbuhan ekonomi berbasis pertahanan.

Di atas pulau seluas 44 ha itu, seluas 15 ha untuk pertahanan 12 ha untuk bangun fasilitas, labuh kapal.
Selain labuh jangkar, juga akan dikembangkan usaha yang berkaitan dengan itu, yaitu pengisian bahan bakar dan penjualan air.

Bahan bakar akan dipasok dari Depo Pertamina Pulau Sanbu sedangkan air dari Pulau Karimun. Diperkirakan, kebutuhan bahan bakar untuk usaha itu sebanyak 6 juta liter. Sedangkan air bersih sebanyak 2,5 juta liter.

Ia menambahkan, bahan bakar akan dijual dengan harga keekonomian. "Pulau Nipah akan mampu melayani lima kapal berbobot 50.000 GT," katanya. [TMA, Ant]

Sumber : Gatra



Batam - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengunjungi pulau terluar Republik Indonesia, Pulau Nipah, di Batam, Kepulauan Riau, Jumat (4/5).

Menhan berangkat dari Markas Pangkalan TNI AL (Lanal) Batam menggunakan helikopter langsung ke Pulau Nipah. Sebelumnya, bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Tjitjip Sutardjo, Purnomo mengunjungi Karimun.

Petugas protokoler Pemerintah Provinsi Kepri Toni mengatakan, Menhan meninjau Pos TNI Angkatan Laut di pulau yang nyaris tenggelam itu.

"Rencananya, Presiden ke Pulau Nipah waktu kunjungan ke Batam kemarin. Tapi karena tidak jadi, maka menteri yang datang," katanya.

Pulau Nipah merupakan satu pulau terdepan Indonesia yang nyaris tenggelam karena penggalian pasir darat.

Pemerintah menganggarkan miliaran rupiah untuk mereklamasi pulau terdepan itu dan membangun Pos AL.

Prajurit Angkatan Laut dari Lantamal IV Tanjungpinang, Lanal Batam serta Marinir juga ditempatkan di Pulau Nipah untuk menjaga daerah perbatasan.

Sebelumnya, dalam kunjungan di Batam, Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan Pulau Nipah akan menjadi kawasan pertahanan dan pengembangan perekonomian kelautan.

"Saat ini kami tengah membangun infrastruktur pertahanan di sana. Setelah selesai Kementerian Kelautan dan Perikanan akan membangun sarana pendukung perekonomian kelautan," kata Sjafrie.

Menurutnya, pembangunan Pulau Nipah yang menjadi Batas Indonesia dengan Singapura akan menjadi contoh pembangunan pulau-pulau terluar di Indonesia lainnya.

"TNI juga tengah membangun sarana komunikasi disana. Agar semua informasi terkait pertahanan bisa lebih cepat diterima," kata dia.

Sjafrie mengatakan, Pulau Nipah akan menjadi bagian kecil dari pengamanan maritim di Indonesia.

Sebagai kawasan komersial, pulau yang nyaris tenggelam itu, juga akan dijadikan terminal bahan bakar minyak.

Dengan adanya terminal bahan bakar, maka akan memudahkan kapal-kapal asing yang lalu lalang di Selat Malaka mengisi bahan bakar. [TMA, Ant]


Sumber : Gatra

Friday, May 4, 2012

Kendaraan militer pun berwawasan lingkungan


FED Bravo (greencarreports.com)

Jakarta (ANTARA News) - Kendaraan militer yang hemat solar diperlukan karena setiap kali mengirim BBM ke medan tempur berarti mengundang risiko.

Angkatan darat Amerika Serikat belum lama ini memperkenalkan kendaraan konsep yang dinamai Fuel Efficient Demonstrator (FED) Bravo.

Kendaraan Bravo itu diperkenalkan pada acara tahunan kongres dunia Society of Automotive Engineers (SAE) di Detroit.

"Monster" itu punya 268 tenaga kuda, menggunakan mesin diesel V8 4.400 cc dari Ford. Kekuatan yang besar memang diperlukan untuk mengimbangi berat Bravo yang 8,5 ton .

Transmisinya otomatis, bisa menggunakan penggerak hanya roda belakang serta motor listrik untuk menggerakkan roda depan.

Energi motor listrik itu dipasok oleh baterai litium-ion. Kekuatan baterai antara lain dihasilkan dari penyerapan energi saat pengereman.

Rem menggunakan bahan keramik karbon sehingga jauh lebih ringan ketimbang piringan baja.

Hasil dari berbagai modifikasi itu adalah Bravo mengkonsumsi tak sampai setengah dari BBM untuk Humvee, alias 8,2 mpg di jalanan kota. Humvee "minum" 3 mpg untuk jalanan kota.

Baterainya pun bisa untuk "mencas" berbagai peralatan prajurit.

Bravo dikembangkan oleh Tank Automotive Research, Development and Engineering Center (TARDEC) yang bermarkas di Warren, Michigan, dengan kerja sama dari para mahasiswa Center for Creative Studies in Detroit.
(A038)

Editor: Aditia Maruli

Sumber : Antara

Kembangkan Beranda RI, Indonesia Kelola Pulau Nipa

Masnang


Jakarta, 4/5 (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berupaya dalam mengelola dan mengembangkan Pulau-Pulau Kecil Terluar demi tegaknya kedaulatan dan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya adalah Pulau Nipa yang merupakan beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) demikian disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C.Sutardjo dalam kunjungan kerjanya bersama Menteri Pertahanan, Poernomo Yusgiantoro ke Pulau Nipa, Batam, Kepulauan Riau hari ini, Jumat (4/5).

Sharif mengatakan, sebagai upaya percepatan pengembangan ekonomi Pulau Nipa, KKP telah mengajukan permohonan ijin kepada Kementerian Keuangan untuk melakukan kerja sama dalam pemanfaatan Pulau Nipa dengan pihak swasta. Selain itu lanjutnya, dalam mengembangan Pulau Nipah sebagai kawasan strategis dibutuhkan sinergitas antara pertahanan dan ekonomi. "Seiring itu, percepatan pengembangan Pulau Nipa tidak hanya ditujukan untuk kepentingan kedaulatan pertahanan dan keamanan negara saja tetapi juga

Empat kapal perang TNI-AL dipensiunkan

Sebagian dari kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat masa Perang Kedua yang lalu tergabung dalam TNI-AL. KRI Teluk Langsa-501 adalah bekas USS Solano County (LST-1128),

Prajurit TNI amankan bom fosfor di Lebanon

Kami mendapat informasi dari seorang warga Ataibeh, Lebanon Selatan, yang bernama Nahli, pada Jumat (4/5) kemarin...

Jakarta (ANTARA News) - Para prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Batalyon Mekanis Konga XXIII-F/UNIFIL atau Indobatt dan sedang melaksanakan patroli rutin mengamankan dua buah bom Fosfor di wilayah Lebanon Selatan, Jumat (4/5).

Perwira Penerangan Satgas Kontingen Garuda (Konga) XXIII-F/UNIFIL, Lettu Inf Suwandi, melalui pesan elektronik kepada ANTARA, di Jakarta, Sabtu, mengatakan bahwa penemuan dua buah bom jenis `Unexploded Ordnance` (UXO) aktif itu berdasarkan laporan warga.

"Kami mendapat informasi dari seorang warga Ataibeh, Lebanon Selatan, yang bernama Nahli, pada Jumat (4/5) kemarin," ungkapnya.

Penemuan tersebut, menurutnya, bermula saat Nahli memotong rumput di sekitar kebun dekat rumahnya.

"Kemudian, ia melaporkan petugas yang tengah berpatroli, Selanjutnya prajurit Indobatt mengamankan UXO tersebut dengan memberikan tanda sesuai prosedur yang berlaku," tuturnya.

Bom fosfor atau yang lebih sering disebut "White Phosphorus" (WP) merupakan bom "pyrophoric", materialnya bersifat mudah terbakar secara spontan dan sangat aktif serta mudah bereaksi dengan oksigen.

Jika mengenai manusia, menyebakan luka bakar yang dalam dan menyakitkan, luka bakar yang dihasilkan bisa sampai menembus tulang.
(S037)

Editor: Ella Syafputri

Sumber : Antara

Satuan Tugas Marinir Pulau Terluar XI purna tugas

Penugasan sejumlah personel Korps Marinir TNI-AL di pulau-pulau terluar Indonesia