DEN HAAG, KOMPAS.com — Dua media Belanda, Mediawatch dan harian De Volkskrant, menyorot keputusan kabinet demisioner untuk menjual tank bekas jenis Leopard ke Indonesia. Demikian menurut beberapa sumber dari kalangan Pemerintah Belanda pada harian De Volkskrant, yang juga menjadi rujukan Mediawatch, sebagiamana dilaporkan Radio Nederland, Selasa (8/5/2012).
Menurut Mediawatch, kabinet Belanda pada awalnya tidak mendukung transaksi ini. Akan tetapi, atas desakan Menteri Pertahanan Hans Hillen, akhirnya setuju juga.
Wednesday, May 9, 2012
Penjualan Tank Leopard ke Indonesia Nyaris Tuntas
Tuesday, May 8, 2012
Chang Bogo, Kapal Selam Indonesia Kelas Teri?
Personil TNI umumnya gembira saat mendengar akan mendapatkan peralatan tempur baru. Rasa bangga itu meletup – letup di dada mereka. Tapi ketika pemerintah memutuskan untuk mendatangkan tiga kapal selam Changbogo U-209/1400 dari Korea, jajaran TNI AL langsung lemas.
“Yah…yang datang kapal selam kelas anjing kampung, padahal kita minta dibelikan anjing herder, kapal selam petarung”, ujar seorang Jenderal TNI AL.
“Apakah anda tidak ingin, armada tempur TNI AL
Berurusan dengan Negara Belanda sangatlah susah. Padahal Indonesia telah mereka jajah selama 350 Tahun. Harta benda Nusantara habis mereka kuras. Meski demikian Belanda tidak merasa bersalah dan tidak berupaya menolong negara yang pernah mereka jajah.
Hingga kini nasib pembuatan
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sedikit kesal dengan rencana Kementerian Pertahanan yang hendak membeli satu skuadron pesawat UAV Aerospace Industries (IAI) buatan Israel.
“Kami menyayangkan rencana pembelian UAV tersebut. UAV BPPT Wulung sangat canggih, dilengkapi kamera pengintai yang dapat merekam wilayah yang diamati”, ujar Kepala Program UAV BPPT, Joko Purwono di Jakarta 4 Mei 2012.
BPPT mengaku pengembangan pesawat udara nir awak UAV mereka, terkendala komitmen dan dukungan pemerintah.
Mari kita kaji, seperti apa kecanggihan UAV BPPT, sehingga TNI tidak perlu membeli UAV Heron atau Eitan Israel.
UAV BPPT
Saat ini UAV BPPT baru mampu terbang sejauh 51 kilometer dari pusat kontrol.
Gambar ini menunjukkan bagaimana main battle tank PT 91 Malaysia, maju menerobos perkebun sawit, untuk memukul mundur pasukan Indonesia di perbatasan Kalimantan.
Penggiat dari Centre for Orangutan Protection (COP) Daniek Hendarto, mengatakan sekitar 85 persen hutan di Kalimantan Barat telah dikuasai orang Malaysia. Mereka menebangi pohon di hutan untuk diganti perkebunan sawit.
Jadi, teori seorang Jenderal Purawirawan yang mengatakan Kalimantan tidak bisa ditembus oleh main battle tank PT 91 Malaysia, telah gugur.
Secara diam diam Markas Besar TNI Cilangkap Jakarta, mengambil kebijakan radikal, dengan menempatkan pasukan pemukul di perbatasan Indonesia – Malaysia.
Batalyon Infanteri 413 Bromoro, Lintas Udara Kostrad, didatangkan untuk menggantikan posisi Batalyon 621/Manuntung di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Mereka bertugas menjaga berbatasan RI dengan negara bagian Sabah dan Sarawak, Malaysia Timur.
Negara tetangga boleh saja banyak. Mereka bisa membeli mesin perang canggih dengan uang yang berlimpah. Yang repotnya adalah jika negara tetangga itu mulai bertingkah. Mereka mulai menyusun rencana untuk memperluas wilayah, dengan cara mencaplok perbatasan negara yang bersengketa. Apakah itu mungkin ?. Sangat mungkin, jika negara Indonesia lemah, sehingga gampang ditekan dengan kekuatan militer.
Berbicara tentang uang tidak ada batasnya untuk mereka. Sementara Indonesia harus berpikir 10 kali, untuk membeli mesin perang yang canggih.
Sadar akan situasi ini, Indonesia mulai mencoba
Seasprite, Helikopter Tersisih yang mau dibeli TNI AL
Helikopter Seasprite
Tambahan alutsista ini akan mengisi kelemahan yang dimiliki kapal TNI AL. “Helikopter merupakan ‘mata’ dan’telinga’ dari kapal tempur kita. Seasprite memiliki kelebihan: manuver, fleksibilitas, jangkauan, serta pendeteksian yang lebih cepat, ujar Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut, Laksamana Pertama TNI Untung Suropati.
Rencananya 11 Helikopter Seasprite yang akan dibeli, ditempatkan di KRI yang memiliki halipad.
Seasprite mampu terbang dengan kecepatan tinggi serta mampu bermanuver saat menurunkan perangkat sonar pendeteksi kapal selam. Hasil pendeteksiannya akan dikirim ke kapal perang, untuk melakukan penangkalan.
Mengapa Seasprite ?
Apakah pemilihan helikopter Seasprite sudah tepat ?. Baru baru ini militer Selandia Baru mengeluhkan penggunaan Seasprite.
Subscribe to:
Posts (Atom)