Wednesday, May 9, 2012

Perang Dunia II
Mengenang 70 Tahun Serangan Doolittle

navsource.org/Naval History & Heritage Command
Barisan pesawat pengebom B-25 Mitchell di atas geladak kapal induk USS Hornet (CV-8) dalam persiapan Serangan Doolittle, April 1942.

ALAMEDA, KOMPAS.com — Tujuh puluh tahun silam, hanya beberapa bulan setelah serangan Jepang terhadap pangkalan Amerika Serikat di Pearl Harbor, Hawaii, moral rakyat dan prajurit AS sedang berada pada titik terendah.

Lalu, seorang perwira penerbang Angkatan Darat AS memiliki ide gila, yakni menerbangkan pesawat pengebom dari kapal induk di tengah Samudra Pasifik untuk melakukan serangan balasan ke daratan utama Jepang.

Perwira tersebut bernama Letnan Kolonel James Harold "Jimmy" Doolittle, dan serangan yang kemudian terbukti sukses itu dinamakan Serangan Doolittle (Doolittle Raid). Di dunia populer, serangan tersebut digambarkan dalam film Pearl Harbor (2001) garapan sutradara Michael Bay serta dibintangi oleh Ben Affleck, Josh Hartnett, dan Kate Beckinsale.

Akhir pekan lalu, para veteran pelaku serangan tersebut yang masih hidup mengenang kembali misi nekat itu. Dari 80 penerbang yang terlibat dalam misi serangan tersebut, tinggal tersisa tiga orang yang masih hidup, yakni Edward Saylor, Thomas Griffin, dan David Thatcher.

Tiga veteran Perang Dunia II yang kini sudah berusia 90-an tahun itu, Sabtu (5/5/2012), berkumpul di Museum Kapal Induk USS Hornet, kapal dengan nama yang sama dengan kapal tempat pesawat-pesawat mereka dulu lepas landas di Alameda, dekat San Francisco, California, AS.

Cucu Doolittle, Jonna Doolittle Hoppes, dua mantan perwira di kapal induk USS Hornet yang asli, serta seorang perwira militer China yang pada waktu mudanya pernah menyelamatkan pilot-pilot AS dalam Serangan Doolittle turut hadir dalam perayaan 70 tahun serangan tersebut.

Saylor mengisahkan bagaimana seluruh awak pesawat Serangan Doolittle dipaksa tinggal landas dari geladak kapal induk USS Hornet (CV-8) yang sempit di tengah hujan dan angin kencang serta di titik yang berjarak lebih jauh dari Jepang dari yang semula direncanakan pada 18 April 1942.

Misi mereka waktu itu

Brasil dan Turki Tingkatkan Kerja Sama Militer

zonamilitar Pesawat Super Tocano buatan Embraer, Brasil

SAO PAULO, KOMPAS.com - Menteri Pertahanan Brasil dan Turki, Senin (7/5/2012), berjanji untuk meningkatkan kerja sama militer dan transfer teknologi di antara kedua

Pemimpin Amerika Latin Bernyali Tinggi

LA PAZ, KOMPAS.com - Kita sudah paham tentang kritikan-kritikan gencar Presiden Venezuela Hugo Chavez pada dominasi AS di benua Amerika Latin. Juga sudah tak asing lagi penolakan mantan Presiden Brazil, Lula Inacio da Silva pada tatanan dunia yang dianggap tidak adil.

Ini menambah daftar pemimpin Amerika Latin yang memberontak hegemoni AS dan Barat. Fidel Castro, mantan Presiden Kuba adalah figur yang terkenal soal ini.

Pada April 2012 lalu, Presiden Argentina Cristina Fernandez menambah daftar pemimpin yang melakukan perlawanan itu. Cristina menasionalisasi YPF, korporasi penguasa bisnis minyak dan gas yang dimiliki Repsol, korporasi milik Spanyol.

YPF, mirip seperti Pertamina di Indonesia, didirikan pada tahun 1922. Namun YPF diswastakan pada tahun 1993

China Antisipasi Eskalasi Konflik dengan Filipina

BBC Laut China Selatan

BEIJING, KOMPAS.com - Pemerintah China menyatakan siap menghadapi setiap kemungkinan yang akan dilakukan Filipina, seiring eskalasi konflik wilayah di Pulau Huangyan, di Laut China Selatan.

Wakil Menteri Luar Negeri China, Fu Ying, dalam keterangan pers tertulisnya di Beijing, Selasa (8/5/20120, menyatakan pihaknya telah memanggil perwakilan Pemerintah Filipina untuk China, Alex Chu, Senin. Pemangggilan itu merupakan yang ketiga kalinya sejak insiden "pelanggaran wilayah" oleh nelayan Filipina di Pulau Huangyan, wilayah Laut China Selatan, pada 10 April 2012.

Dalam pertemuan itu, Fu Ying

Senjata Pamungkas
Rusia Baru Akan Miliki ICBM Generasi Baru Setelah 2022

Rudal balistik antarbenua (ICBM) berhululedak nuklir R-36M2 Voyevoda (SS-18 Satan) milik Rusia.

MOSKWA, KOMPAS.com - Rusia membutuhkan waktu sedikitnya 10 tahun untuk mengembangkan rudal balistik antarbenua (ICBM) generasi baru, yang memanfaatkan bahan bakar cair. Rudal tipe baru ini dirancang khusus, untuk menaklukkan sistem perisai rudal yang sedang digelar AS di Eropa.

Pihak militer Rusia pertama kali menyebutkan kemungkinan pengembangan ICBM baru itu pada 2009,


Komisi I Minta Tank Leopard Dipermurah
Tank Leopard

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat meminta kepada pemerintah Jerman agar harga tank Leopard dipermurah atau sama seperti harga yang ditawarkan pemerintah Belanda. Permintaan itu disampaikan oleh rombongan Komisi I DPR ketika melakukan kunjungan kerja ke Jerman beberapa waktu lalu.

"Dalam pertemuan dengan Kementerian Ekonomi (Jerman), disampaikan sekiranya

Penjualan Tank Leopard ke Indonesia Nyaris Tuntas


modelbrouwers Tank Leopard

DEN HAAG, KOMPAS.com — Dua media Belanda, Mediawatch dan harian De Volkskrant, menyorot keputusan kabinet demisioner untuk menjual tank bekas jenis Leopard ke Indonesia. Demikian menurut beberapa sumber dari kalangan Pemerintah Belanda pada harian De Volkskrant, yang juga menjadi rujukan Mediawatch, sebagiamana dilaporkan Radio Nederland, Selasa (8/5/2012).

Menurut Mediawatch, kabinet Belanda pada awalnya tidak mendukung transaksi ini. Akan tetapi, atas desakan Menteri Pertahanan Hans Hillen, akhirnya setuju juga.

Tuesday, May 8, 2012

Apr 222012

SU MK2 TNI AU Sukhoi Indonesia Kawal F 33 Jet Fighter

SU 30 MK2 TNI AU


Pilot TNI AU terus berlatih mencoba pertempuran udara 1 pesawat melawan 2, serta 2 melawan 4. Latihan ini sangat berbahaya, karena bisa menyebabkan tabrakan di udara. Namun TNI AU menyadari,

changbogo submarine Kapal Selam Indonesia Kelas Teri

Kapal Selam Changbogo

Personil TNI umumnya gembira saat mendengar akan mendapatkan peralatan tempur baru. Rasa bangga itu meletup – letup di dada mereka. Tapi ketika pemerintah memutuskan untuk mendatangkan tiga kapal selam Changbogo U-209/1400 dari Korea, jajaran TNI AL langsung lemas.

“Yah…yang datang kapal selam kelas anjing kampung, padahal kita minta dibelikan anjing herder, kapal selam petarung”, ujar seorang Jenderal TNI AL.

“Apakah anda tidak ingin, armada tempur TNI AL

Pangkalan Udara Supadio Pontianak Kalimantan Barat terus berbenah, untuk menyambut datangnya skuadron pesawat pengintai tanpa awak, atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV)