Satu hari yang lalu, saya sebagai admin AnalisisMiliter.com memposting tulisan saya tentang Sejarah Uji Coba Rudal oleh Militer Indonesia . Pada tulisan tersebut saya menjabarkan beberapa sejarah uji coba rudal yang dilakukan oleh militer Indonesia. Sejarah tersebut membuktikan bahwa militer Indonesia tidaklah lemah seperti yang selama ini disebutkan oleh para blogger baik blogger Indonesia maupun blogger dari negara tetangga.
Dari sekian banyak uji coba penembakan rudal milik militer Indonesia ini, ada satu uji coba yang mendapat perhatian yang sangat luas dari dunia Internasional. Uji coba
Friday, April 20, 2012
Sudah beberapa hari ini saya belum memposting artikel lagi di blog saya ini, hal ini dikarenakan kesibukan saya di pekerjaan di kantor dan juga perkuliahan saya. Di tambah lagi kesibukan melakukan kunjungan kasih ke kost-kost-an kekasih hati saya.. hehehe, maklum masih bujangan. Kali ini, saya sebagai admin AnalisisMiliter.com akan memposting sebuah artikel unik dan sangat menarik. Saya belum pernah menjumpai artikel sejenis ini sebelumnya.
Artikel ini adalah kumpulan inti sari dari beberapa artikel yang diposting di situs berita, blog pribadi maupun forum diskusi lainnya. Seluruh artikel ini saya sertakan link menuju artikel aslinya sebagai bentuk penghargaan saya atas karya tulisan mereka. Hal ini juga saya harapkan anda lakukan jika anda memposting kembali tulisan saya ini.
Pada artikel ini saya titik beratkan kepada sejarah uji coba rudal-rudal
Wednesday, April 18, 2012
India, China, Rusia akan tukar pandangan tentang masalah kawasan, global
"Tiga menteri luar negeri akan bertukar pandangan mengenai isu-isu regional dan global saat ini, lapor IRNA.
"Mereka juga akan meninjau kemajuan dari mekanisme yang ada seperti
Sudomo, KRI Matjan Tutul, dan Habibie
Menko Polkam Sudomo (kanan) saat dipotret Menteri Penerangan Harmoko sebelum berlangsungnya Sidang Kabinet Terbatas Bidang Ekuin di Bina Graha, Jakarta Rabu (4 Oktober 1989). Laksamana TNI (Purn) Sudomo wafat Rabu (16/4) pada usia 86 tahun setelah menjalani perawatan di ICU RS Pondok Indah Jakarta pada pukul 10.05 wib dan akan dimakamkan di TMP Kalibata. (FOTO Arsip ANTARA)
...Maritim jangan you tinggalkan. Cita-cita saya dulu, kapal perang Matjan Tutul bisa dibuat di sini. Itu khan teknologi Jerman...
Pesawat ini dapat menjalankan misi-misi yang sebelumnya memerlukan dua atau lebih tipe pesawat yang belum tentu memberikan solusi yang tepat
Jurnas.com | AIRBUS Military memperkenalkan pesawat angkut A400M yang diklaim sebagai pesawat angkut serbaguna dengan kekuatan angkut hingga 37 ton dalam jarak tempuh 3.300 km. Uniknya, A400M dapat memeprpanjang daya tempuh bila muatan dikurangi. “Dengan pesawat ini, hanya butuh sedikit pesawat, karena muatan yang bisa dibawa lebih banyak,”kata Marketing Developer
Kesepakatan ini patut ditandai sebagai tonggak revitalisasi PT DI
Jurnas.com | PT Dirgantara Indonesia dan Airbus Military melakukan peresmian kerja sama strategis jangka panjang. Kerja sama itu ditandatangani kedua perusahaan. Dalam kerja sama ini dipaparkan rencana
Ini penghematan luar biasa baik dari SDM, maupun keuangan.
Jurnas.com | PT Dirgantara Indonesia (PT DI) akhirnya menandatangani kerja sama dengan Airbus Military. Kontrak kerja sama senilai US$325 juta (sekitar Rp2,98 triliun) itu diharapkan membuat PT DI lebih kompetitif dalam industri pesawat terbang.
“Bentuk kerja samanya business to business. Pemerintah hanya regulator,” kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro usai penandatanganan kontrak kerja sama kedua perusahaan di Halim Perdanakusuma